Formasi CPNS

formasi cpns 2015 terbaru

Navigation Menu

DPRD Ancam Tolak Pengangkatan CPNS

Posted by on Apr 22, 2013 in formasi cpns |

DPRD Kota Semarang kembali meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan redistribusi pegawai untuk menyelesaikan persoalan kepegawaian di lingkungan Pemkot Semarang. Jika hal ini tidak dilakukan, pengangkatan calon pegawai baru (CPNS)tidak akan disetujui. Hal itu disampaikan Agung Prayitno anggota Pansus DPRD Kota dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Plt Wali Kota Semarang, di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Rabu (10/4). Menurutnya, sebelum pengangkatan pegawai baru, persoalan kepegawaian harus sudah selesai semua. Persoalan redistribusi pegawai itu merupakan hal penting, karena banyak ketimpangan jumlah pegawai di berbagai instansi. “Misalnya saja di kelurahan, ada kelurahan yang pegawainya hanya empat termasuk lurahnya. Tapi di kelurahan lain sangat banyak, ada yang lebih dari 12. Padahal setidaknya jumlah pegawai di kelurahan minimal delapan,” ujarnya. Selain itu, lanjutnya, redistribusi pegawai juga perlu dilakukan di kantor kecamatan dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Di dua lembaga pemerintahan kota itu juga masih banyak ketimpangan jumlah pegawai. “Masih ada kantor kecamatan dan SKPD yang kelebihan pegawai, sehingga pegawainya terkesan santai-santai alias tanpa pekerjaan. Jika akan melakukan rekrutmen lagi, harus menata dulu pegawai yang ada,” tegasnya. Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota, Bambang Sukono menanggapi, bahwa pihaknya saat ini sudah mulai melakukan redistribusi pegawai. Redistribusi dilakukan secara bertahap, dimulai dari jabatan struktural. “Ternyata redistribusi ini sulit dilakukan. Bahkan beberapa waktu lalu ada pegawai yang datang ke rumah dan menangis, minta untuk tidak dipindahkan. Padahal dia dipromosikan dari sebelumnya hanya staf. Alasannya sudah cocok jadi staf karena dekat dengan rumah,”...

Read More

DPRD Ancam Tolak Pengangkatan CPNS

Posted by on Apr 18, 2013 in formasi cpns |

DPRD Kota Semarang kembali meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan redistribusi pegawai untuk menyelesaikan persoalan kepegawaian di lingkungan Pemkot Semarang. Jika hal ini tidak dilakukan, pengangkatan calon pegawai baru (CPNS)tidak akan disetujui. Hal itu disampaikan Agung Prayitno anggota Pansus DPRD Kota dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Plt Wali Kota Semarang, di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Rabu (10/4). Menurutnya, sebelum pengangkatan pegawai baru, persoalan kepegawaian harus sudah selesai semua. Persoalan redistribusi pegawai itu merupakan hal penting, karena banyak ketimpangan jumlah pegawai di berbagai instansi. “Misalnya saja di kelurahan, ada kelurahan yang pegawainya hanya empat termasuk lurahnya. Tapi di kelurahan lain sangat banyak, ada yang lebih dari 12. Padahal setidaknya jumlah pegawai di kelurahan minimal delapan,” ujarnya. Selain itu, lanjutnya, redistribusi pegawai juga perlu dilakukan di kantor kecamatan dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Di dua lembaga pemerintahan kota itu juga masih banyak ketimpangan jumlah pegawai. “Masih ada kantor kecamatan dan SKPD yang kelebihan pegawai, sehingga pegawainya terkesan santai-santai alias tanpa pekerjaan. Jika akan melakukan rekrutmen lagi, harus menata dulu pegawai yang ada,” tegasnya. Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota, Bambang Sukono menanggapi, bahwa pihaknya saat ini sudah mulai melakukan redistribusi pegawai. Redistribusi dilakukan secara bertahap, dimulai dari jabatan struktural. “Ternyata redistribusi ini sulit dilakukan. Bahkan beberapa waktu lalu ada pegawai yang datang ke rumah dan menangis, minta untuk tidak dipindahkan. Padahal dia dipromosikan dari sebelumnya hanya staf. Alasannya sudah cocok jadi staf karena dekat dengan rumah,”...

Read More

HP Upayakan Formasi CPNS Tersendiri bagi Guru

Posted by on Apr 3, 2013 in formasi cpns |

SEMARANG, suaramerdeka.com – Bakal calon gubernur (cagub) Hadi Prabowo (HP) siap mengusulkan formasi tenaga kependidikan tidak menjadi satu kesatuan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun, formasi CPNS untuk guru akan dilakukan secara terpisah. Hal ini diperjuangkan HP yang kini menjabat Sekda Jateng apabila kelak terpilih jadi gubernur periode 2013-2018. Pernyataan ini diungkapkan cagub kelahiran Klaten usai bersilaturahmi dengan PD Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng di kantor PGRI, Jl Lontar, Semarang, Senin (1/4). “Formasi CPNS untuk guru perlu dibuat sendiri dan tidak digabung dengan tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Ini untuk mengantisipasi banyaknya kekurangan guru di Jateng,” kata Hadi Prabowo menanggapi keluhan kekurangan guru yang disampaikan PGRI. Silaturahmi ini sekaligus juga sebagai ajang sosialisasi bagi HP atas pencalonan sebagai gubernur. Program pendidikan yang hendak diusungnya ialah menjadikan sekolah swasta sebagai mitra dari sekolah negeri dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. “Peningkatan kualitas guru, beserta peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi program pendidikan HP-Don (HP-Don Murdono). Kami juga akan mempertajam kembali perencanaan pemanfaatan dana pendidikan 20 persen dari APBD Jateng, hal ini dilakukan secara sinergis antara provinsi dan kabupaten- kota agar bisa tepat sasaran,” jelasnya. Dalam pertemuan itu, Ketua PD PGRI Jateng Soebagyo Brotosejati menyampaikan berbagai permasalahan mulai dari kekurangan guru, sertifikasi, hingga tunjangan profesi.  Menurut dia, kekurangan tenaga kependidikan ini terjadi karena guru yang pensiun di Jateng setiap bulannya mencapai antara 700- 800 orang. Kondisi demikian sudah  terjadi dalam kurun waktu tiga tahunan, PGRI pun akhirnya merekrut guru wiyata bakti. Semula memang terdapat larangan pengangkatan guru wiyata bakti, namun kini sudah tidak ada lagi. Terkait pilgub, PGRI akan bersikap netral. Namun, ketika harus memilih, gubernur pilihan anggota PGRI ialah yang peduli akan nasib pendidikan dan guru.  Pihaknya menjelaskan, sosok Hadi Prabowo ini merupakan orang yang berpengalaman di birokrasi. Cagub lain tentu juga memiliki kelebihan dan kekurangan. “Guru itu orangnya cerdas-cerdas, dari omongan seseorang akan bisa mengetahui apakah itu perhatian atau tidak. Guru ini meneng tapi punya persepsi dan pengertian,”...

Read More