Formasi CPNS

formasi cpns 2015 terbaru

Navigation Menu

Ini Penyebab Puluhan CPNS Mundur Padahal Dinyatakan Lolos

Posted by on Jan 17, 2014 in formasi cpns |

PEMKOT Surabaya menyayangkan sikap 23 CPNS yang mengundurkan diri padalah sudah dinyatakan lolos seleksi di Pemkot Surabaya. Ada beberapa penyebab yang membuat mereka mundur. Kepala BKD Surabaya Mia Santi Dewi menjelaskan bahwa penyebab utama mundurnya CPNS itu adalah orang tersebut lolos lebih dari satu tes CPNS. Misalnya, salah seorang CPNS yang mundur asal Madiun. Ternyata dia mengikuti tes CPNS di Madiun dan Surabaya.  “Nah, ternyata orang itu lolos seleksi di Madiun dan Surabaya. Dia akhirnya memilih di daerah asal,” ujarnya Mia saat ditemui di kantornya kemarin (15/1). Mundurnya CPNS yang lolos seleksi tersebut juga disebabkan adanya ketidaksamaan jadwal tes di berbagai daerah. Hal itu memungkinkan seseorang untuk mengikuti tes di banyak tempat. “Meski mendaftar kerja itu hak, jika akhirnya seperti ini, tentu merugikan,” jelasnya. Soal kemungkinan posisi lowong itu bisa diisi, dia menegaskan bahwa posisi tersebut sama sekali tidak bisa diisi. Dengan demikian, selama setahun posisi itu harus lowong. “Dengan terpaksa harus lowong,” ujarnya. Sebenarnya, pemkot telah mengantisipasi pengunduran diri CPNS yang lolos seleksi. Caranya memberikan sanksi berupa denda Rp 25 juta. “Meski ada denda yang besar, ternyata tetap saja mundur,” keluhnya. Dapatkan paket lengkap soal cpns hanya disini. Hingga saat ini ada 18 orang yang telah membayar denda tersebut. Artinya, masih ada lima orang yang belum pasti mundur atau tidak. “Mungkin mereka masih mikir-mikir,”...

Read More

Calo CPNS Raup Rp 1,2 Miliar

Posted by on Aug 13, 2013 in formasi cpns |

MADIUN – Praktik percaloan CPNS kelas kakap dengan omzet miliaran rupiah berhasil dibongkar Polsek Kartoharjo, Kota Madiun. Polisi membekuk Dadang Priambodo, 45, warga Kelurahan Klegen, Kartoharjo. PNS aktif di BB2TP (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) Provinsi Jatim di Jombang itu sebelumnya dilaporkan melakukan penipuan rekrutmen CPNS Kementerian Pertanian pada 2010. Saat memeriksa tersangka, penyidik menemukan gambaran mencengangkan. Yakni, total korban Dadang sejak 2009 mencapai 53 orang. Dalam setiap aksinya, harga per kursi CPNS dia banderol antara Rp 50 juta hingga Rp 80 juta. “Jumlah korban adalah 53 orang dengan total kerugian sesuai dengan hitung-hitungan polisi mencapai Rp 1,2 miliar,” kata Kapolres Madiun Kota AKBP Anom Wibowo kepada awak media di ruang subaghumas kemarin (30/7). Mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya itu menjelaskan, pengungkapan kasus penipuan tersebut berawal dari laporan Kun, 62, salah seorang pensiunan PNS yang tinggal di Wonoasri, Kabupaten Madiun. Kun merasa ditipu. Dia menyatakan sudah menyetor duit Rp 73,6 juta kepada Dadang untuk memasukkan dua anaknya menjadi CPNS. Transaksitersebut dilakukan di Jalan Diponegoro, Kota Madiun, pada 2010. “Dua anak perempuan itu didaftarkan melalui tersangka, tapi semua gagal,” tegasnya. Kronologinya, pada 6 April 2010, Dadang bertemu dengan Kun di rumahnya. Saat pertemuan itu, tersangka menanyakan korban berminat atau tidak memasukkan anakknya sebagai CPNS. Ketika itu, Kun mengiyakan dan mengadakan kesepakatan atau perjanjian. Selain itu, Kun memberikan imbalan Rp 65 juta per orang dengan uang muka Rp 30 juta. Sisanya dibayar setelah menjadi CPNS. ”Tersangka juga memberikan informasi ke ‘peserta’ untuk mengikuti tes,” tambahnya. Ingin lulus cpns tahun ini? Dapatkan paket lengkapnya di soal cpns. Anom mengungkapkan, saat pelaksanaan tes, Dadang sengaja meminta agar “peserta” tidak ikut. Alasannya, mereka sudah ditanggung panitia pusat dari Kementerian Pertanian. Selang beberapa bulan kemudian, tersangka mendatangi rumah korban dengan modus membawa selebaran hasil pengumuman. Dia menunjukkan bahwa anak-anak Kun telah diterima menjadi CPNS di dinas pertanian, yakni di Jatim dan Jateng. “Tersangka berani mengubah daftar kelulusan dari yang diumumkan asli pusat,” ujarnya. Hingga 2013, korban terus menunggu kepastian penempatan kerja anaknya. Karena merasa ditipu, akhirnya Kun melapor ke Polsek...

Read More