Posted by on Apr 29, 2013 in formasi cpns |

KOTABUMI – Nasib pegawai honorer yang digaji melalui APBD Lampung Utara terkatung-katung. Para honorer yang jumlahnya mencapai 551 orang ini tidak masuk dalam kategori satu (K1) maupun kategori dua (K2). ’’Mereka diangkat menjadi honorer rata-rata di atas Januari 2005 dan digaji melalui APBD,” ujar Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampura Ilham Alawi, B.Sc. kemarin (14/3). Dia mengatakan, karena digaji melalui APBD, para honorer ini tidak termasuk dalam K2. Itu karena honorer K2 tidak digaji dari APBD, namun dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tempat mereka bekerja. ’’Honorer K1 mereka tidak termasuk, honorer K2 juga bukan,” jelas Ilham seraya mengatakan, para honorer ini belum jelas statusnya. Ia pun mengaku sudah menyampaikan laporan ke BKN terkait keberadaan para honorer tersebut dan sampai kini belum ada tindak lanjut dari laporan itu. ’’Belum jelasnya mereka ini karena belum ada aturan yang memperjelas keberadaan mereka,” katanya. Terkait peluang diangkat menjadi CPNSD, sambung Ilham, belum ada petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat. ’’Jika ada perekrutan dari jalur umum, mereka bisa masuk. Itu pun honorer yang berijazah sarjana. Karena jika ada pendaftaran, yang diprioritaskan bagi mereka yang berijazah sarjana,” ungkapnya. Bahkan dari data yang berhasil dihimpun, para honorer digaji hanya Rp250 ribu per bulannya bersumber dari APBD Lampura. Jika dikalkulasikan untuk menggaji 551 honorer, dalam setahun Pemkab Lampura harus mengeluarkan anggaran cukup fantastis, mencapai Rp1,653 miliar, dan ini berlangsung sejak tahun diangkat menjadi tenaga...

Read More