Formasi CPNS

formasi cpns 2015 terbaru

Navigation Menu

Usulan Formasi PPPK Bareng CPNS

Posted by on Mar 20, 2014 in formasi cpns |

Meski Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) belum terbit, namun setiap instansi yang akan merekrut aparatur sipil negara (ASN) diminta untuk mengusulkan kebutuhan pegawainya, baik PPPK maupun CPNS. Seperti halnya CPNS, formasi PPPK juga dikendalikan pusat, “Saat ini tengah disusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang PPPK. Mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu dekat,” harap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Azwar Abubakar di kantornya, Jakarta, Rabu (19/3). Dia menambahkan, PPPK bisa saja seorang profesor, guru SD, dokter, atau sarjana D3, dan lain-lain. Karena itu, selain mengusulkan CPNS, setiap instansi juga diminta mengusulkan PPPK yang akan direkrut. “Rekrutmen PPPK dan CPNS sama-sama akan melalui tes, mengisi formasi yang ada, dan harus sesuai kompetensi,” tegasnya. Mantan Plt Gubernur Aceh ini menambahkan, untuk 2014 akan dimulai rekrutmen untuk ASN. KemenPANRB sudah mengajukan usulan formasi ke Kementerian Keuangan sebanyak 100 ribu, dengan rincian 65 ribu CPNS, dan 35 ribu...

Read More

Jumlah Pelamar yang Lolos Tak Penuhi Kuota CPNS DKI

Posted by on Feb 19, 2014 in formasi cpns |

Sebanyak 1.207 pelamar lolos seleksi ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) DKI Jakarta. Pengawas Pemberkasan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Nugroho Bayu, mengatakan, jumlah ini lebih sedikit apabila dibandingkan formasi yang disediakan sebanyak 1.515 posisi. “Sisanya, masih tersedia untuk jalur umum, diusulkan pada penerimaan selanjutnya, dan menunggu keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB),” kata Nugroho, kepada wartawan, di Blok G Balaikota Jakarta, Selasa (11/2/2014). Tiga CPNS yang lolos di antaranya merupakan pelamar yang berasal dari kategori atlet berprestasi. Pemprov DKI Jakarta awalnya menyediakan sepuluh formasi atlet berprestasi. Namun, hanya tiga atlet yang memenuhi syarat dan berkompeten. Mereka yang lolos akan ditempatkan di Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta. Sementara itu, formasi lainnya akan diajukan pada penerimaan CPNS berikutnya. Saat ini, ribuan CPNS tersebut sedang melakukan proses pemberkasan di Blok G Gedung Balaikota DKI Jakarta. Proses pemberkasan dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai Senin (10/2/2014) kemarin hingga Rabu (12/2/2014). Berkas yang harus dilengkapi para CPNS, seperti ijazah, transkrip nilai, surat lamaran, surat kesehatan, surat keterangan bebas narkoba, serta surat penyataan ketersediaan ditempatkan di mana saja. Jika dalam waktu tiga hari ini CPNS tidak melengkapi berkas, maka BKD DKI masih akan melakukan verifikasi kepada yang bersangkutan. Namun, apabila tidak juga segera melengkapi berkas, maka dinyatakan gugur. Otomatis CPNS cadangan yang akan mengisi posisi CPNS yang lolos, tetapi tidak memenuhi syarat pemberkasan. “Kami konfirmasi terlebih dahulu, apakah bersedia melengkapi berkas, atau memang tidak mau,” ujarnya. Badan Kepegawaian Nasional (BKN) hanya memberikan waktu hingga akhir Februari karena berkas-berkas CPNS harus segera dikirim ke pusat. Setelah itu, BKN-lah yang akan menetapkan. Ia memperkirakan di bulan Mei mendatang, CPNS sudah mulai bekerja di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masing-masing. Pengumuman hasil penerimaan CPNS DKI dari jalur umum ini telah dilakukan sejak Senin (3/2/2014) lalu. Pengumuman CPNS DKI tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 172 Tahun 2014 tentang hasil kelulusan peserta seleksi CPNS Tahun 2013. Surat itu telah ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada (28/1/2014) lalu. Dalam lampiran Keputusan Gubernur tersebut, tertulis 1.453 nama peserta dengan nilai tes kompetensi dasar (TKD), nilai tes kompetensi bidang (TKB), dan nilai akhir. Bobot TKD sebesar 60 persen dan...

Read More

Pelamar CPNS Guru Harus Bergelar Gr

Posted by on Feb 14, 2014 in formasi cpns |

Untuk melamar CPNS baru formasi guru tidak bakal mudah. Gelar SPd (sarjana pendidikan) saja tidak cukup. Tetapi pelamar CPNS guru wajib bergelar guru profesi (Gr). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad nuh mengatakan, sarjana fakultas kependidikan yang bergelar SPd itu belum bisa disebut sebagai guru profesi. Untuk itu mereka tidak boleh melamar CPNS baru formasi guru. Sistem ini sama dengan profesi dokter. Dimana pelamar CPNS dokter umum tidak cukup bermodal sarjana kedokteran (SKed), tetapi harus dokter profesi (dr). Namun Nuh menuturkan, aturan baru melamar menjadi CPNS guru wajib bergelar Gr itu belum diterapkan dalam seleksi CPNS tahun ini. Seperti diberitakan, rencananya tes CPNS tahun ini digelar antara Juni hingga Juli depan. “Sekarang masih masa transisi. Masih banyak guru yang sudah mengajar, tetapi belum mendapat sertifikat guru profesi,” katanya. Aturan baru tentang skema melamar CPNS guru ini paling cepat diterapkan pada seleksi CPNS tahun depan. Sebab Kemendikbud ditargetkan menuntaskan sertifikasi profesi guru yang sudah mengajar tahun depan. Ketika target tadi sudah tuntas, maka profesi guru bisa diraih dengan sekolah tambahan atau dikenal dengan nama program profesi guru prajabatan (PPG). Nuh menegaskan bahwa program PPG itu tidak hanya diikuti oleh sarjana kependidikan saja. Tetapi program mencetak guru profesional ini juga boleh diikuti oleh sarjana non kependidikan. “Tahun lalu MK (Mahkamah Konstitusi, red) sudah memutuskan, bahwa sarjana non kependidikan boleh menjadi guru profesional,” tandasnya. Mantan rektor ITS Surabaya itu menuturkan, sistem ini sama untuk lingkungan dosen. Dia menjelaskan bahwa banyak dosen yang bukan alumni fakultas kependidikan. “Bahkan di ITB itu tidak ada dosen dari fakultas kependidikan. Tetapi bisa mengajar dan mendapatkan tunjangan sertifikasi dosen,” katanya. Nuh mencontohkan untuk materi matematika, tidak ada perbedaan antara matematikanya mahasiswa kependidikan dengan matematikanya mahasiswa matematika murni (MIPA). Nah, untuk sarjana MIPA jika ingin menjadi guru tinggal memberikan materi atau ilmu kependidikan (pedagogik). Mantan Menkominfo itu menjelaskan standar kompetensi guru itu ada empat. Yakni standar personal, standar profesi, standar pedagogik, dan standar sosial. Untuk sarjana non kependidikan, tinggal diberi materi lagi untuk memberikan standar pedagogiknya. Pemberian suntikan materi tambahan itu dilakukan dalam skema matrikulasi. Matrikulasi ini dilaksanakan sebelum sarjana non kependidikan ini mengikuti PPG, untuk memperoleh gelar guru profesi...

Read More

Usulkan Formasi CPNS 2014 Sebanyak-banyaknya

Posted by on Feb 6, 2014 in formasi cpns |

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, Sumsel, sudah menyiapkan usulan formasi untuk seleksi CPNS 2014. Sekitar 200 formasi sudah dirancang, terbagi untuk formasi tenaga kesehatan, pendidikan, dan teknis. ”Setelah dirumuskan, formasi yang dibutuhkan, usulan baru diusulkan,” ujar Kepala BKD Empat Lawang, Januarsyah, kemarin. Disebutkan, pemkab membutuhkan dokter spesialis, guru kelas, guru SMK, perawat, bidan, dan penyuluh pertanian. ”Kebutuhan tenaga CPNS memang sangat banyak, makanya akan kita usulkan sebanyak mungkin,” ujar Januarsyah. Dikatakan, di 2014 sistem penerimaan CPNS berbeda dari sebelumnya. ”Nantinya akan menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Hal ini dilakukan demi transparansi proses seleksi. Setelah tes, masing-masing peserta bisa langsung mengetahui nilainya, jadi sangat transparan,”...

Read More

Ngebet jadi CPNS Ditipu Dukun, Rp 150 Juta Amblas

Posted by on Jan 22, 2014 in formasi cpns |

Berbagai cara dilakukan orang agar bisa menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bahkan ada yang percaya dengan dukun, dengan memberikan uang sampai ratusan juta rupiah. Itulah dialami Idil Fitrah  (24), warga Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan Air Lintang, Muara Enim, Sumsel. Pegawai honor salah satu instansi di Pemkab OKI yang mengikuti tes CPNS Pemkab OKI formasi tahun 2013 lalu itu, harus rela kehilangan uang tunai Rp 150 juta, setelah ditipu seorang dukun berinisial Wel (44), warga Muara Bungo, Jambi. Dukun ini mengaku bisa meluluskan menjadi CPNS, namun setelah pengumuman, ternyata korban tidak lulus menjadi CPNS. Atas kejadian itu, korban mengadukan oknum dukun tersebut ke Polres Muara Enim, dengan nomor pengaduan LP/B-28/I/2014/SUMSEL/RES MA Enim, kemarin. Dalam laporannya korban mengatakan, pada tanggal 14 Desember 2013 lalu, sekitar pukul 10.00 WIB, orang tuanya ditelepon keluarganya bernama Yuli, menanyakan apakah ada keluarga yang ikut tes CPNS. Dapatkan paket lengkap soal cpns hanya di Pusat Soal CPNS No.1 Indonesia. Lalu orang tuanya mengatakan ada. Lalu Yuli memberikan nomor Hp dukun Wel kepada orang tua korban. Lalu dukun tersebut menelepon Hp orang tua korban. Dalam pembicaraan itu sang dukun minta ditransfer uang tunai Rp 150 juta, untuk mengurus korban di Jakarta, agar lulus menjadi CPNS. Tanpa pikir panjang, orang tua korban mengirimkan uang itu dua tahap melalui transfer bank. Pembayaran pertama dilakukan sebesar Rp 75 juta. Selang beberapa lama kemudian, orang tua korban kembali mentransferkan uang Rp 75 juta kepada sang dukun, melalui rekeniing BCA. Setelah uang ditransfer, ternyata saat pengumuman nama korban tidak lulus. Ayah korban berkali-kali menghubungi nomor Hp sang dukun, tetapi selalu tidak diangkat. Pada satu hari, sang dukun mengangkat Hp, namun mengaku lagi sibuk. Kapolres Muara Enim AKBP M Aris, melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto SH MHum, dikonfirmasi Selasa (21/1), membenarkan laporan tersebut. “Korban merupakan pegawai honor di Pemkab OKI, dan juga mengikuti tes CPNS di Pemkab OKI. Namun dia warga Muara Enim, maka pengaduannya disampaikannya ke Polres Muara Enim,” jelas Kasat...

Read More