Posted by on May 15, 2013 in formasi cpns |

BANDARLAMPUNG – Pemerintah pusat memastikan tahun ini pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) mulai menerapkan sistem computer assisted test (CAT). Di mana, pelamar langsung menjawab soal ujian di depan komputer. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung Gatot Hudi Utomo menerangkan, CAT merupakan suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS. Standar kompetensi tersebut diperlukan untuk mewujudkan profesionalisme pegawai negeri sipil (PNS). ’’Hal ini menjadi fokus pembicaraan dalam rapat koordinasi kepala BKD se-Indonesia kemarin. Pada penerapannya, BKN mengembangkannya dengan menyesuaikan norma, situasi, dan kondisi sistem kepegawaian di Indonesia,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Lampung di ruang kerjanya kemarin. Lalu apakah Pemprov Lampung siap dengan sistem tersebut? Menanggapi hal ini, Gatot mengaku masih ketar-ketir terhadap sistem baru itu. Dia mengkhawatirkan untuk daerah tertentu tidak dapat beradaptasi dengan sistem ini. Khususnya daerah pelosok yang belum sepenuhnya terjangkau dengan layanan internet. ’’Tetapi mau tidak mau harus kita terapkan. Terkait persiapannya, kami akan membahasnya lebih lanjut,” ucap dia. Dipaparkan, untuk tahun ini sebanyak 14.965 honorer kategori dua (K2) akan mengikuti tes CPNS yang diperkirakan dimulai Juni mendatang. Namun dari jumlah tersebut, kuota yang disiapkan tidak lebih dari 30 persen. Sehingga separuh lebih honorer K2 hanya bisa gigit jari. ’’Satu lagi, ini sudah ketetapan pusat,” tegasnya. Ditanya soal nasib honorer K2 yang tidak lolos tes, dia mengatakan kemungkinan diarahkan ke pegawai tidak tetap pemerintah (PTTP). Hanya, tidak semuanya bisa masuk PTTP, tetapi khusus untuk honorer yang punya formasi. ’’Misalnya, suatu instansi kekurangan tenaga guru, honorer yang mengabdi di instansi tersebut masih bisa bekerja dengan status PTTP. Intinya, tenaga honorer K2 yang direkrut baik CPNS maupun PTTP harus sesuai kebutuhan instansinya,” tukas...

Read More