Formasi CPNS

formasi cpns 2015 terbaru

Navigation Menu

Dicoret, Ratusan Honorer K1 Protes

Posted by on Sep 12, 2013 in formasi cpns |

LHOKSUKON —  Seratusan tenaga honorer yang tidak lulus pada seleksi K-1, Selasa (10/9) mendatangi DPRK Aceh Utara. Kedatangan honorer itu, meminta Komisi E DPRK setempat untuk menyelesaikan dan mencari tahu ketidaklulusan mereka. Padahal sebelumnya, seratusan honorer ini dinyatakan sudah memenuhi syarat sebagai CPNS. Selain itu, mereka juga mencurigai semacam ada permainan pada Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Aceh Utara, sehingga hanya 116 honorer yang dinyatakan lulus. “Hari ini kami datangi DPRK untuk meminta arahan ke Komisi E, agar nasib kami honorer yang  tidak lulus K-1, agar diperjuangkan kembali ke pusat. Kami curiga terhadap BKPP Aceh Utara, bermain karena hanya meloloskan sejumlah nama saja. Padahal  kami semua sebanyak 514 honorer sudah memenuhi kriteria untuk diluluskan sebagai CPNS sesuai PP nomor 48 tahun 2005,  tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS,” ujar salah seorang yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Rakyat Aceh (Grup JPNN), kemarin. Ia juga menjelaskan, ada kabar beredar, akibat banyaknya desakan dari honorer yang tidak lulus dan sejumlah pihak, maka dalam waktu dekat ini akan ada pengumuman 100 lebih sisa honorer lulus yang sebelumnya juga dinyatakan tidak memenuhi kriteria. Kemudian, sisa yang tidak lulus dari itu akan dipindahkan ke honorer K2. “Kami tidak mau dipindahkan ke honorer  K2, pasalnya, nanti kami juga akan bersaing dengan honorer  yang sudah ditetapkan sebagai honorer K2.  Oleh sebab itu, kami meminta DPRK bisa mencari jalan keluar agar kami bisa diangkat sebagai CPNS,” ungkapnya lagi. Ingin lulus cpns tahun ini? pelajari paket lengkapnya hanya di soal cpns. Sementara itu, seorang honorer  yang berstatus guru dari pedalaman Kecamatan Sawang mengaku, dalam pertemuan di DPRK kemarin, pihak Komisi E menjelaskan, akan meminta klarifikasi kembali dari BKPP Aceh Utara dan akan bersama-sama dengan eksekutif menuju ke Jakarta untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh Utara, Anwar Adlin saat dihubungi Rakyat Aceh, kemarin, langsung membantah jika ada permainan di badan tersebut dalam menentukan kelulusan honorer K-1. Pasalnya, semua itu adalah kewenangan dari Kemenpan-RB di Jakarta . “Tidak ada permainan di BKPP,” ujarnya. Ia juga membenarkan akan ada pengumuman terhadap honorer yang sebelumnya tidak masuk dalam daftar kelulusan pada Desember lalu. Namun dirinya tidak bisa menyebutkan berapa jumlahnya yang lulus dan kapan...

Read More

Kejaksaan Buka 1000 Lowongan CPNS

Posted by on Sep 10, 2013 in formasi cpns |

BANDA ACEH – Kejaksaan Republik Indonesia membuka pendaftaran bagi 1000 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2013 untuk ditempatkan di Kejaksaan seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Aceh. “Ada sebanyak 1.000 formasi yang akan diterima pada seleksi CPNS kali ini. Pendaftaran online dimulai tanggal 8 hingga 22 September 2013,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Aceh, Amir Hamzah, Senin (9/9) kemarin. Adapun kualifikasi pendidikan yang akan diterima adalah, lulusan S.1 Ilmu Hukum untuk jabatan fungsional calon jaksa (golongan III/a) sebanyak 450 orang, lulusan S.1 ekonomi/akuntansi untuk jabatan fungsional calon auditor (golongan III/a) sebanyak 38 orang. Kemudian, lulusan D.III komputer untuk jabatan fungsional calon pranata komputer (golongan II/c) sebanyak 38 orang dan 38 orang lulusan D.III ekonomi/akuntansi untuk jabatan fungsional calon auditor (golongan II/c). Kemudian, lulusan SLTA untuk pengawal tahanan, penyiapan barang bukti, pengemudi, dan caraka (golongan II/a) sebanyak 436 orang. “Informasi lebih lanjut dapat dilihat di www.kejaksaan.go.id./rekrutmen . Atau bisa datang langsung ke kantor Kajati dan melihat informasi ini di papan pengumuman,”ujarnya. Dirinya pun mengingatkan kepada para peserta CPNS untuk tidak mempercayai oknum kejaksaan maupun calo yang mengaku dapat mengurus kelulusan CPNS.” Kalau menemukan hal semacam ini di lapangan, tolong laporkan Satgas Kejati Aceh atau pihak berwenang lainnya,”pintanya. Adapun tata cara pendaftaran CPNS Kejaksaan RI secara online adalah, pertama membuka website dengan alamat  www.kejaksaan.go.id./rekrutmen / dan klik Buat Akun bagi pelamar yang belum memiliki akun, isi formulir data pribadi dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendapatkan username dan pasword, kemudian gunakan username dan pasword tersebut untuk melakukan login. Dapatkan paket lengkap soal cpns hanya di soal cpns. Selanjutnya, lakukan login klik Update data untuk melihat data, dan klik melengkapi data lamaran untuk mengisi formulir pendaftaran dan upload dokumen yang disyaratkan. Bagi peserta yang memenuhi syarat, sistem akan memberikan Nomor Pendaftaran pada Formulir Pendaftaran yang harus dicetak/ diprint oleh pelamar. Pada formulir pendaftaran ditentukan tempat, waktu dan dokumen yang harus dibawa untuk verifikasi data, kartu pendaftaran ditempel di depan map yang berisi dokumen yang akan diverifikasi. Apabila hasil verifikasi data tersebut, data pelamar dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat maka pelamar akan mendapatkan Nomor ujian pada kartu ujian untuk mengikuti tes kemampuan dasar...

Read More

Lowongan CPNS Dikeluarkan 23 Agustus

Posted by on Sep 6, 2013 in formasi cpns |

JAKARTA – Kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru untuk pelamar umum sejatinya sudah dibagikan ke instansi pusat dan daerah bulan lalu. Tetapi hingga saat ini, belum ada satupun instansi yang mengumumkannya ke publik. Alasan pemerintah, pendistribusian kuota itu belum disusun lebih rinci per formasi. Kepala Biro Hukum dan Humas (Karo Hukmas) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) M Imanuddin menuturkan, rangkaian persiapan rekrutmen CPNS baru 2013 untuk pelamar umum belum selesai. “Jadi meskipun formasinya sudah dibagikan ke masing-masing instansi pertengahan Ramadan lalu, sampai sekarang belum diumumkan ke publik,” katanya, Selasa (13/8). Pernyataan ini sedikit berbeda dengan sikap Kemen PAN-RB beberapa saat setelah formasi CPNS baru dibagi-bagikan ke instansi pusat dan daerah. Saat ini pihak Kemen PAN-RB meminta supaya instansi segera mengumumkan formasi ke masyarakat. Sehingga masyarakat peminat CPNS bisa segera mempersiapkan diri. Imanuddin menegaskan bahwa formasi yang dibagikan pada pertengahan Ramadan lalu itu belum final. “Istilah kami, formasi yang sudah dibagikan itu masih berupa persetujuan prinsip,” ujarnya. Dia lantas menguraikan proses penetapan formasi hingga pengumuman lowongan ke masyarakat. Imanuddin menuturkan bahwa rangkaian persiapan itu dimulai dengan usulan dari seluruh instansi pusat dan daerah. Selanjutnya dianalisi oleh tim dari Kemen PAN-RB. Dari hasil analisis itulah dikeluarkan persetujuan prinsip, bahwa instansi mendapatkan jatah CPNS baru. Setelah keluar persetujuan prinsip itu, masing-masing instansi tadi mengusulkan kembali rincian formasi CPNS baru dari saringan pelamar umum. “Jadi yang disampaikan dalam persetujuan prinsip itu hanya jumlah kuotanya saja,” kata Imanuddin. Sehingga tidak bisa diumumkan langsung ke publik. Nah sampai 23 Agustus mendatang, instansi diberi waktu untuk membagi kuota CPNS baru itu untuk posisi-posisi yang membutuhkan tenaga baru. Imanuddin mengatakan setelah proses ini ditutup, maka formasi CPNS baru sudah terdistribusi secara baku. Dengan rangkaian persiapan ini, Kemen PAN-RB optimis pelaksanaan tes CPNS baru 2013 untuk pelamar umum tetap terlaksana sesuai jadwal. Yakni sekitar September hingga Oktober nanti. Sebagaimana diketahui kuota kasar CPNS baru dari pelamar umum sekitar 60 ribu orang. Rinciannya adalah 40 ribu untuk instansi daerah dan sisanya 20 ribu untuk instansi pusat. Jumlah itu masih berpeluang bertambah, karena masih ada permintaan susulan dari Kemen PAN-RB ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pelaksanaan tes CPNS mulai meninggalkan sistem lembar jawaban komputer (LJK) seperti...

Read More

Otorisasi Sisa Honorer K1 Tidak Diakui

Posted by on Sep 5, 2013 in formasi cpns |

JAKARTA – Nasib para tenaga honorer kategori satu (K1) dari 32 kabupaten/kota, termasuk Pemko Medan dan Gorontalo, yang surat keterangan otorisasi tidak dikeluarkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) saat honorer itu mulai bekerja,  berakhir menyedihkan. Mereka dinyatakan tidak memenuhi persyaratan untuk ikut diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Alasannya,  menurut Kepala Bagian Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat, surat otorisasi yang dilampirkan untuk memenuhi persyaratan, dianggap tidak sah oleh tim Audit Tujuan Tertentu (ATT) bentukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Menurut BPKP, surat otorisasi harus dikeluarkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dalam hal ini kepala daerah yang menjabat saat honorer K1 itu diangkat sebagai tenaga honorer. Jadi, bukan oleh bupati/walikota saat ini. Surat otorisasi itu berupa pelimpangan kewenangan dari kepala daerah  yang saat itu menjabat, kepada Kepala SKPD tempat dimana para tenaga honorer K1 itu bertugas. “Soalnya mereka hanya melampirkan otorisasi dari bupati/walikota yang sekarang. Harusnya surat otorisasi dari bupati/walikota yang dulu,” ujar Tumpak Hutabarat kepada JPNN di Jakarta, kemarin. Seperti diberitakan, tim ATT sudah pernah menyampaikan hasil kerjanya ke 32 pemda yang bermasalah honorer K1-nya. Antara lain bagi yang belum ada otorisasinya agar dilengkapi. Lantas 32 pemda protes, sembari tetap melengkapi persyaratan yang diminta, yakni surat otorisasi. Pusat, lewat BPKP, lantas melakukan ATT ulang. Hasilnya ya seperti yang disebutkan tadi, otorisasinya meyoritas tidak memenuhi persyaratan. Menariknya, hasil ATT ulang yang menurut Tumpak sudah diserahkan ke pemda, ini pun diprotes lagi. “Hasil ATT sudah ada dan sudah diinformasikan pada tiap-tiap daerah. Justru sekarang ini mereka kembali melakukan sanggahan atas ATT tersebut,” terang Tumpak. Dapatkan paket lengkap soal cpns hanya di soal cpns. Dia memastikan bahwa selama tidak ada dokumen otorisasi dari PPK yang saat itu menjabat, maka tidak memenuhi syarat diangkat menjadi CPNS. Bahkan dia mengatakan, surat otorisasi tidak bisa disusulkan, dibuat belakangan meski diteken PPK yang ketika itu menjabat. Artinya, surat otorisasi harus benar-benar dibuat oleh PPK ketika saat masih menjabat. Tumpak berkilah, pengertian surat otorisasi yang seperti itulah yang diminta tim ATT.  “Karena tim ATT menilai para honorer diangkat pejabat yang tidak diberi kewenangan oleh bupati/walikota. Jadi kita mempertanyakan  apakah dulu ada surat pelimpahan kewenangan pada pejabat tersebut untuk mengangkat honorer,” terangnya. Dengan demikian,...

Read More

Buka Pendaftaran CPNS Pekan Depan

Posted by on Sep 4, 2013 in formasi cpns |

BANDARLAMPUNG – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung baru akan mengumumkan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur umum pada Senin (9/9) mendatang. ’’Insya Allah kita sudah bisa membuka pendaftaran pada 9-28 September,” ungkap Kepala BKD Lampung Syarif Anwar kepada wartawan di kantornya kemarin. Sebelum membuka pendaftaran, lanjut dia, BKD provinsi akan terlebih dahulu memanggil pimpinan kabupaten/kota yang mendapat kuota CPNS 2013. Ingin lulus cpns tahun ini? Pelajari paket lengkapnya hanya di soal cpns. Pemanggilan tersebut dilakukan guna memaparkan hal-hal yang wajib disiapkan serta tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam proses rekrutmen CPNS. Termasuk koordinasi mengenai tempat pelaksanaan tes. “Rencananya, sembilan kepala daerah yang mendapat kuota CPNS 2013 kami kumpulkan Kamis (5/9). Kemudian keesokan harinya (6/9), kami langsung melakukan ekspose ke media terkait persyaratan, jadwal, dan hal-hal lain berhubungan dengan penerimaan tersebut. Pengumuman juga akan berisi jabatan yang dibutuhkan, jumlah, penempatan, dan kualifikasi minimal,” jelas Syarif. Hanya saja, BKD belum dapat memaparkan rincian formasi dari penerimaan CPNS tersebut. Pasalnya dalam kunjungan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) kemarin, BKD ternyata baru sebatas mendapat pemaparan tahapan pelaksanaan CPNS. ’’Jadi belum ada hasil pasti yang bisa kami bawa pulang dari rapat tersebut,”...

Read More