Formasi CPNS

formasi cpns 2015 terbaru

Navigation Menu

Bayar Rp30 Juta untuk Jadi PNS

Posted by on Nov 19, 2013 in formasi cpns |

Sedikitnya 411 honorer kategori dua (K-2) telah menggelar tes CPNS beberapa hari lalu di SMAN 1 Cirebon. Secara umum, perjalanan honorer K-2 tersebut berjalan lancar, namun tetap saja ada kejadian di belakang layar. Salah satu honorer K-2 yang telah mengikuti tes tersebut, mengaku telah menyerahkan uang Rp30 juta kepada salah satu oknum pejabat PNS yang ada di salah satu SKPD Pemkot Cirebon. Dalam kesempatan bertemu Radar (Grup JPNN) di salah satu lokasi di Jl Brigjen Darsono, honorer K-2 tersebut menceritakan keluh kesahnya. “Saya berpikir akan lulus menjadi PNS dengan membayar uang segitu (Rp30 juta),” terangnya membuka percakapan dengan Radar, kemarin. Namun, dalam perjalanannya dia menyadari nilai Rp30 juta itu terlalu rendah untuk harga PNS. Honorer K-2 itu baru menyadari setelah bertanya ke sana kemari tentang “harga pasaran” menjadi PNS. Bujuk rayu pejabat tersebut, seolah menjadi magnet bagi dia untuk menyerahkan uang yang dipinjamnya dari salah satu bank tersebut. Selain itu, sang pejabat meyakinkan dirinya, agar tidak membuka hal ini kepada siapapun. Sebab, jika terbuka dan ada yang mengetahui, dikhawatirkan akan menjadi persoalan dan sandungan perjalanan honorer itu menjadi PNS. “Namanya dijanjikan jadi PNS, saya mau saat ditawarkan harga Rp30 juta,” terangnya dengan wajah penuh penyesalan. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Uang telah diserahkan dan belum dikembalikan. Padahal, temannya sesama honorer K-2 telah mengingatkan agar tidak melakukan praktik seperti itu. Namun, bujuk rayu pejabat itu mampu menggoyahkan keyakinan honorer tersebut untuk tidak melakukan aksi jual beli kursi. Salah satu temannya yang juga honorer mengungkapkan, dia sudah mengingatkan lebih jauh akan akibat perbuatan menyuap oknum pejabat dengan janji lulus PNS. Jika akhirnya memang dinyatakan lulus menjadi PNS, hal itu diyakini bukan karena bantuan oknum pejabat tersebut, melainkan karena hasil usahanya sendiri. Sebaliknya, jika tidak lulus dari tes CPNS kemarin, bukan tidak mungkin uang itu tidak akan kembali. “Saya tidak mengetahui ada kesepakatan apa dengan oknum pejabat itu. Yang pasti dia mengaku baru setor Rp30 juta untuk lolos menjadi PNS,” terang sumber Radar tersebut. Saat ditanya apakah dirinya juga tergiur” Dengan tegas dia mengatakan tidak. Sebab, berkali-kali BK-Diklat Kota Cirebon menegaskan tidak ada aksi suap menyuap agar bisa lolos ujian seleksi CPNS. Karena, seluruh soal dan penilaian jawaban langsung dari Kementrian Pendayagunaan...

Read More

Tidak Semua Honorer K-2 Lulus

Posted by on Jun 4, 2013 in formasi cpns |

CIREBON– Sejak September 2010 lalu, 492 tenaga honorer kategori dua (K-2) yang telah diverifikasi semakin menyusut. Saat ini, 418 honorer K-2 telah resmi masuk database Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan (BK-Diklat) Kota Cirebon. Namun, tidak semua honorer K-2 dipastikan lulus. Hal ini disampaikan Kepala BK-Diklat Kota Cirebon Drs Ferdinan Wiyoto MSi didampingi Sekretaris BK-Diklat Drs Agung Prabowo MPd.Ferdinan menegaskan, tidak dapat dipastikan seluruh honorer K-2 tersebut akan lulus. Meskipun, harapan BK-Diklat semua honorer yang ikut seleksi berikutnya dapat lulus dan bisa kembali ditempatkan pada posisi masing-masing. “Kami tak dapat menjamin. Semua dikembalikan kepada persiapan mereka,” terangnya seperti diberitaka Radar Cirebon (Grup JPNN). BK-Diklat tidak berniat mengecilkan semangat para honorer K-2 yang akan berjuang melalui berbagai tahapan menuju kursi PNS. Hanya saja, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan), memiliki standar dan persyaratan yang selektif. “Harus benar-benar belajar dan mempersiapkan diri dengan baik. Jangan main-main,” ucap Ferdinan.Selain itu, dia berpesan agar para honorer K-2 itu tidak mempercayakan masa depan sebagai PNS kepada oknum yang mengaku dapat meluluskan honorer dengan uang. Ferdinan memastikan, tidak ada kelulusan dengan aksi suap-menyuap. Karena itu, 418 honorer K-2 harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya.“Jangan sekali-kali dan jangan pernah percaya rayuan oknum yang mengaku bisa meluluskan honorer K-2 dengan uang. Itu pasti tidak mungkin,” sergah pria kelahiran 1957 itu.Sekretaris BK-Diklat Agung Prabowo menambahkan, perjalanan honorer K-2 dimulai sejak September 2010. Saat itu, jumlahnya mencapai 492 orang. BK-Diklat memverifikasi mereka berdasarkan syarat yang ditetapkan Kemenpan. Yakni honorer setidaknya bekerja sebagai honorer terhitung 1 Januari 2005 atau sebelumnya. Setelah proses seleksi, 443 honorer dianggap memenuhi syarat tersebut.Awal Januari 2011, BK-Diklat melakukan uji publik. Saat itu, lanjut Agung, banyak pihak yang protes. Baik dari masyarakat maupun sesama honorer K-2. Mengetahui hal itu, pihaknya mengumpulkan semua pihak yang berselisih sampai OPD masing-masing. “Kami ancam, mau lewat jalur pidana karena membuat dokumen dan keterangan palsu atau sesuai aturan? Akhirnya 20 orang honorer K-2 membuat surat pernyataan dokumen dan keterangan yang diberikan tidak benar,” paparnya.Setelah itu, 423 sisa honorer K-2 yang telah uji publik dilaporkan ke BKN. Dalam perjalannya, 423 honorer K-2 tersebut ada yang mengundurkan diri karena berbagai alasan.Di antaranya, mereka diterima sebagai PNS di daerah lain. Jumlah akhir, 418 honorer...

Read More