Formasi CPNS

formasi cpns 2015 terbaru

Navigation Menu

Dibutuhkan 3.000 Petugas Lapangan KB

Posted by on Feb 3, 2014 in formasi cpns |

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tahun ini akan mengusulkan 3.000 formasi petugas lapangan Keluarga Berencana (PLKB) kepada Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Hal ini sebagai upaya antisipasi atas jumlah PLKB yang semakin menyusut. Kepala Bagian Humas BKBN Endang Setyorini mengatakan saat ini usulan tersebut telah diproses oleh pihak KemenPAN-RB. Sebanyak 3.000 formasi ini sendiri nantinya adalah formasi non pegawai negeri sipil (PNS) yang dapat diikuti oleh berbagai latar keilmuan. “BKKBN memang tengah kekurangan namun saat ini telah diproses oleh KemenPAN. Proses tersebut harus sesuai dengan prosedur, khususnya di tingkat provinsi,” ujarnya kemarin. Menurutnya, jika formasi tersebut telah disetujui maka akan diumumkan melalui proses open biding. Jumlah PLKB sendiri saat ini yang dimiliki oleh BKKBN hanya sebanyak 15 ribu orang. Jumlah tersebut menyusut dari jumlah sebelumnya, yakni 40 ribu orang. Dikatakannya, jumlah ini masih jauh dari standar minimum, yaitu satu orang melayani dua desa. Dengan jumlah desa di Indonesia yang berkisar 78 ribu desa, maka paling tidak masih dibutuhkan sekitar 25 ribu tenaga PLKB lagi. Mengenai gaji yang akan dibayarkan pada para PLKB baru, gaji akan dibayarkan dari anggaran pemerintah pusat. Sebelumnya, kepala BKKBN Fasli Jalal juga mengatakan bahwa selain gaji, para pegawai lapang tersebut akan langsung mendapat fasilitas sepeda motor begitu diangkat. Kendati akan memberikan banyak fasilitas pada tenaga baru, pihaknya juga akan meningkatkan kesejahteraan para tenaga PLKB yang telah ada. Mulai dari tunjangan fungsional hingga tunjangan pensiun mereka. Kenaikan tunjangan fungsional tersebut sendiri telah diajukan oleh BKKBN kepada Kementerian Keuangan. Jumlah kenaikan yang diajukan oleh BKKBN adalah sebesar Rp 900 ribu per kepala. Besaran tersebut meningkat tiga kali lipat dari jumlah yang saat ini diterima, yakni Rp 300 ribu. Usulan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan di Kemenkeu. Selain akan merekrut tenaga baru, BKKBN juga akan mulai melakukan pendekatan dengan tenaga bidan yang ada di desa, serta sejumlah peserta pendidikan luar sekolah yang dimiliki oleh sejumlah perguruan tinggi negeri. Dengan adanya beberapa bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu dalam melaksanakan program KB yang ada di...

Read More

18 CPNS BKKBN Jateng Diambil Sumpah

Posted by on Apr 24, 2013 in formasi cpns | 1 comment

Sebanyak 18 orang CPNS Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jateng hasil perekrutan 2010 diambil sumpah, Selasa (24/4). Sekretaris Utama BKKBN, Soebagyo mengatakan, reformasi birokrasi menuntut komitmen seluruh PNS untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja. Menurutnya, program kependudukan dan keluarga di Jateng yang kian berkembang perlu disikapi dengan baik dalam rangka mencapai tujuan organisasi dan mencapai sasaran kinerja yang telah ditargetkan. Untuk itu, pembinaan pegawai mutlak dilaksanakan secara berkesinambungan. “Melalui pembinaan pegawai ini diharapkan PNS di lingkungan BKKBN Jateng bisa meningkat komitmennya dalam meningkatkan produktivitas kerja, menanamkan budaya kerja organisasi dan sekaligus membangun komunikasi yang semakin baik antar pegawai di lingkungan kerja,” ujarnya. Pembinaan tersebut dilaksanakan terhadap 139 PNS BKKBN, terdiri atas 10 orang PNS dari Balai Diklat KKB Pati, 16 orang PNS dari Balai Diklat KKB Ambarawa dan 14 orang PNS dari Balai Diklat KKB Banyumas. Terpisah, Ketua Koalisi Kependudukan, Saratri Wilonoyudho, menyayangkan kecenderungan Pemerintah Daerah yang terkesan menganaktirikan program KB. Sejak otonomi, mereka seakan melupakan keberhasilan KB. “Pemerintah daerah cenderung meletakkan pembangunan ekonomi sebagai prioritas utama. Padahal jika program KB gagal, bagaimana bisa pembangunan ekonomi akan berhasil,” ungkapnya. Untuk itu, peran Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan. Masyarakat tidak lagi dikejar-kejar, namun dengan sendirinya mereka sadar bahwa KB itu merupakan kebutuhan...

Read More